Bingung Beli Asuransi Jiwa?

Mati! Ya, gara-gara takut mati sebelum anak dewasa dan bisa mandiri, saya mulai mencari tahu tentang asuransi jiwa. Kita sebagai orang tua tentunya ingin meninggalkan sesuatu bagi anak kita apabila tutup usia, terutama terkait materi. Apabila tertanggung tutup usia,  pihak asuransi akan membayarkan uang pertanggungan sesuai polis, sehingga bisa menjadi semacam warisan yang likuid atau mudah dicairkan karena pada saat membeli asuransi jiwa biasanya langsung didaftarkan siapa ahli warisnya dan tidak perlu repot mengurus dokumen ahli waris. Berbeda dengan aset tanah dan bangunan yang cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk dijual dan menjadi dana yang siap digunakan oleh ahli waris. Nah, mari kita bahas apa saja hal yang dapat menjadi pertimbangan sebelum membeli asuransi jiwa. 

    1. Premi

    Premi adalah biaya asuransi yang dibayarkan pemegang polis sesuai dengan kontrak yang dipilih. Asuransi jiwa ada yang bersifat tradisional dan ada yang berbasis unitlink. Asuransi tradisional memiliki premi yang relatif lebih murah, namun bisa mengalami kenaikan premi seiring bertambahnya usia tertanggung, sedangkan asuransi berbasis unitlink preminya merupakan komponen biaya asuransi dan investasi yang biasanya lebih besar daripada asuransi tradisional. Jadi, kamu bisa sesuaikan premi dengan anggaran rumah tangga kamu. 

    2. Asuransi kesehatan dulu atau asuransi jiwa dulu?

    Saya bekerja di perusahaan yang sudah menanggung asuransi kesehatan cukup lengkap di luar BPJS kesehatan, sehingga saya merasa asuransi kesehatan saat ini sudah cukup memenuhi kebutuhan keluarga apabila ada risiko sakit. Apabila kamu punya anggaran lebih dan hanya ditanggung BPJS oleh kantor tempat kamu bekerja, ga ada salahnya untuk coba melengkapi asuransi kesehatan dulu, atau bisa mencoba asuransi penyakit kritis untuk melengkapi fasilitas dari BPJS. Beberapa asuransi kesehatan juga menyediakan uang pertanggungan jiwa namun kembali lagi tergantung jumlah premi yang dibayarkan. Selain karena sudah ditanggung asuransi kesehatan oleh perusahaan, saya juga berpikir bahwa sakit dapat dicegah dengan pola hidup sehat, tapi kematian tidak dapat dicegah. Sehingga saya memilih asuransi jiwa dulu daripada menambah asuransi kesehatan atau membeli asuransi penyakit kritis.

    3. Apakah kamu paham tentang instrumen investasi?

    Beberapa influencer keuangan menyarankan untuk tidak menggabungkan antara investasi dan asuransi karena asuransi bukanlah media investasi. Asuransi unitlink pada dasarnya adalah membagi premi yang kamu bayarkan sebagian untuk biaya asuransi dan sebagian untuk investasi dan dana investasi inilah yang nantinya akan dikembalikan atau dapat kamu tarik. Jadi, kamu jangan mengharapkan kenaikan dana yang signifikan kalau kamu memilih asuransi unitlnk. Kalau kamu sudah memahami instrumen investasi, kamu bisa maksimalkan dana kamu dengan pilih instrumen investasi sendiri. Selain itu, kalau kamu tetap memilih jenis asuransi unitlink, jangan lupa untuk membaca polisnya dengan seksama, karena kamu bisa pilih jenis investasi sesuai dengan tingkat risiko yang sesuai keinginan kamu. Jangan sampai kamu terjebak dengan iming-iming nilai investasi yang besar. Ingat, pilih asuransi yang manfaat asuransinya sesuai dengan kebutuhan, bukan dari nilai investasi yang dijanjikan! 

    4. Sudah siap dengan uang premi yang hangus?

    Membeli asuransi pada dasarnya adalah memindahkan risiko kita pada pihak lain. Kalau risiko itu tidak terjadi, maka dana tidak dipakai. Kalau risiko terjadi lebih cepat, pihak asuransi akan membayar sesuai kontrak yang mungkin lebih dari premi yang sudah kita bayar. Kalau usia pertanggungan sangat lama sedangkan uang pertanggungan tetap, uang pertanggungan bisa jadi nilainya bisa terasa sangat kecil karena adanya inflasi. Hal ini yang biasanya bikin orang kaget. Kalau kamu memilih asuransi tradisional, sudah pasti uang kamu hangus apabila tertanggung belum tutup usia sampai dengan kontrak yang disetujui. Anggaplah kamu membeli asuransi jiwa yang cover sampai dengan usia 60 tahun. Eh ternyata sampai usia 60 tahun belum tutup usia, maka uang premi yang dibayar sejak awal tidak ada yang dikembalikan. Berbeda halnya dengan asuransi unitlink. Apabila sampai kontrak selesai, tertanggung belum tutup usia, maka dana investasi akan diberikan sesuai dengan hasil investasinya, dengan catatan tidak ada cuti premi. Maka penting juga untuk kamu tahu asuransi yang kamu beli akan menanggung risiko sampai usia berapa. Semakin lama usia pertanggungan, preminya pasti lebih besar. Harga premi dan usia pertanggungan ini bisa jadi salah satu pertimbangan kamu memilih dari beberapa produk asuransi. Saat ini ada juga beberapa perusahaan asuransi yang menyediakan asuransi tradisional yang preminya tidak hangus, tapi kamu harus pastikan syarat dan ketentuannya ya. 

    5. Mau beli asuransi jiwa atas nama suami atau istri?

    Kalau kamu punya anggaran lebih, kamu bisa membeli asuransi untuk suami dan istri dengan manfaat yang sama karena pada dasarnya siapapun memiliki risiko. Tapi kalau anggaranmu terbatas, kamu bisa menganalisis tipe keluargamu, berdasarkan siapa pencari nafkah yang lebih besar risikonya. Misalnya, kebutuhan sebuah keluarga ditanggung hanya oleh suami. sedangkan istri sebagai ibu rumah tangga. Maka belilah asuransi jiwa untuk suami dahulu, karena apabila suami tutup usia  maka perekonomian keluarga akan terganggu dan saat itulah uang pertanggungan asuransi bermanfaat untuk keluarga tersebut bertahan hidup sampai keuangan stabil kembali. Kemungkinan kedua, kebutuhan keluarga ditanggung bersama oleh suami dan istri yang sama-sama bekerja, tapi istri bekerja dengan pendapatan tetap, dan suami bekerja sebagai wiraswasta yang pendapatannya bisa naik dan turun. Maka saya sarankan membeli asuransi jiwa untuk istri dulu karena istri sebagai pemegang pendapatan tetap, mungkin lebih memengaruhi ekonomi keluarga. Bisa juga membeli asuransi untuk keduanya, namun uang pertanggungan istri lebih besar. Jadi, sesuaikan uang pertanggungan dengan tingkat risiko orang yang akan ditanggung. Semakin orang tersebut berpengaruh dalam ekonomi keluarga, maka uang pertanggungan sebaiknya lebih besar. 

    6. Perusahaan asuransi mana yang bagus?

    Banyak sekali perusahaan penyedia asuransi di Indonesia, dan banyak pula kasus yang beredar, dari klaim yang tidak dibayar sampai perusahaan yang bangkrut. Perusahaan asuransi memiliki standar baik dari pengawas badan keuangan seperti OJK, maupun dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Jangan lupa pilih berdasarkan standar tersebut. Sebelum membeli asuransi jiwa, saya tentu saja membandingkan dari beberapa perusahaan dengan peringkat terbaik. Tapi pada akhirnya saya memilih asuransi dari tempat saya bekerja, karena sebagai “orang dalam”, saya tahu kinerja perusahaannya seperti apa dan eksistensinya dalam beberapa tahun ke depan, atau minimal sampai kontrak polis asuransi selesai. Jadi belilah asuransi dari perusahaan yang kamu yakin eksistensinya, baik dari orang yang kamu kenal, membaca artikel, rating lembaga terpercaya, atau laporan keuangan perusahaan asuransi. Asuransi memang bukan media investasi, tapi membaca laporan keuangannya bisa jadi hal penting untuk tahu perusahaan tersebut memiliki kinerja yang baik atau tidak.

    Uang kita adalah tanggung jawab kita, maka belilah asuransi dengan bertanggung jawab. Baca, teliti, dan kalau perlu tanya secara lengkap hal-hal tersebut kepada agen asuransimu sebelum membeli. Jangan sampai saat terjadi risiko, atau saat dana dibutuhkan tapi klaim ditolak hanya karna kita tidak paham dengan polis asuransi kita lalu menyalahkan pihak asuransi. Saat memutuskan untuk membeli asuransi, saya memang memperlakukan asuransi ini kelak sebagai warisan untuk anak atau keluarga. Tidak semua orang butuh asuransi. Kalau kamu punya sumber daya yang cukup untuk meninggalkan warisan atau mempersiapkan dana pendidikan anak dengan menabung dan investasi, maka kamu mungkin tidak perlu membeli asuransi jiwa. Sekali lagi, asuransi adalah alat untuk memindahkan risiko bukan untuk menabung apalagi investasi, sehingga manfaatnya memang akan terasa apabila risiko itu sudah terjadi. 

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *